Friday, June 09, 2017

Ketika Seorang Mama Ikut Mencerdaskan Indonesia Bersama Smartfren 4G




Hari Selasa kemarin, Mas Selamet Hariadi, seorang kawan yang saya kenal dari grup komunitas blogger Malang,  mengajak saya untuk mengikuti KOLs & Community Gathering yang diadakan Smartfren 4G.

Membaca banner acara tersebut saya jadi mikir-mikir, (iya, ini ngetik juga masih sambil mikir-mikir). Oh ya ampun, jelek-jelek begini, saya ini sudah bisa dianggap sebagai KOL alias Key Opinion Leader. Sosok atau individu yang ide, pemikiran, dan ucapannya dipercaya dan mempengaruhi kelompok orang tertentu. Wuzzz, jadi berasa kayak pemimpin sekte apa gitu ya to. Hahahaha....

Lalu saya mulai nanya ke diri saya sendiri, apa ya  yang sudah dan yang bisa saya lakukan sebagai mama untuk turut mencerdaskan Indonesia, termasuk generasi mudanya? Ebuseeet.... berat, Bos! Saya sudah kayak menteri pendidikan aja. IRT macam saya mah apa tuh. Nggak usah jauh-jauh mencerdaskan generasi muda Indonesia, mencerdaskan anak sendiri aja belum mahir-mahir amat.  Kok gaya-gaya mau mikirin gimana cara mencerdaskan generasi muda Indonesia.
  
photo by: Digital Designer
Tapi kalo dipikir-pikir lebih jauh lagi, sebenernya memang mamalah yang paling bertanggung jawab dalam mencerdaskan generasi muda Indonesia. Bukan guru, bukan menteri pendidikan, bukan kepala sekolah, bukan media masa, apalagi Awkarin.  Yes, mama! Kok bisa? Ya karena anak kita khan juga termasuk generasi muda Indonesia, bok. Kalo bukan di tangan kita sebagai seorang mama,  di tangan siapa anak yang adalah generasi muda Indonesia ini dibentuk dan dicerdaskan. 

Apalagi saya seorang mama yang juga seorang blogger. Dimana opini dan pemikiran-pemikiran saya, (sekecil apapun itu) mungkin saja mempengaruhi mama-mama lain yang membaca blog saya ini. 

Uit,  para mama yang nggak punya blog juga termasuk KOL, lho. KOL khan nggak hanya sebatas blogger. Kita juga bisa mempengaruhi orang lain melalui postingan-postingan melalui media sosial juga. Hayo coba ngacung, siapa yang nggak maen blog, FB, twitter, dan Instagram sama sekali?  Bahkan para mama yang nggak maen medsos-pun bisa saya bilang sebagai KOL juga. Karena kalo dihitung-hitung, anggota keluarga kita, khan sudah bisa tuh dianggep sebagai 'sekelompok orang' tuh. Artinya kita sebagai Mama aja sudah bisa dianggep sebagai KOL bagi keluarga kita. Jadi kita semua adalah KOL yang punya peran untuk mencerdaskan Indonesia.



Cerdas, ya. CERDAS. Bukan pintar. Kalo pintar mah tinggal datengin aja guru privat ke rumah, biar anak kita dijejelin seabrek ilmu pengetahuan. Beres.  Tapi untuk dapat dikatakan 'cerdas'  tak hanya cukup sekedar memiliki seabrek ilmu pengetahuan. 'Cerdas' memiliki jangkauan yang lebih kompleks. Yaitu kesempurnaan perkembangan akal budi, seperti kepandaian dan ketajaman pikiran.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kecerdasan meliputi 3 aspek. Aspek emosional, yaitu kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar. Kecerdasan intelektual, yaitu kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain. Aspek spiritual, yaitu kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa

Berat banget ya? Kayaknya jauh lebih gampang nawar harga cabe di pasar deh daripada mencerdaskan Indonesia. Apalagi di era digital seperti sekarang, dimana teknologi komunikasi tanpa batas membuat orang dengan itikad jahat yang dulunya hanya bisa ditemui di luar pintu pagar, sekarang dapat dengan mudah menemui kita melalui layar komputer atau gadget. Aduh serem!  

Itulah sebabnya, walaupun tidak bisa menghentikan 100% efek negatif media digital, at least kita sebagai KOL di lingkaran kita sendiri, nggak ikutan memberikan efek negatif bagi pembaca dan follower. Bahkan kita harus ikut memberikan clean and positive effect. Baik dari segi emosional, intelektual, maupun spiritual. Singkatnya ya itu tadi, harus ikut mencerdaskan Indonesia, gitu. 

Lalu, apa hubungannya Smartfren 4G 100% dengan tanggung jawab kita sebagai KOL untuk ikut mencerdaskan  Indonesia? Ada dong ah.

Hal paling sepele dan mudah adalah dengan memilah-milah berita dan informasi yang hendak kita bagikan melalui media sosial maupun blog. Jangan sampai kita menyebarkan hal-hal yang mengandung unsur kebencian pada suku agama dan ras tertentu. Jangan juga menyebarkan berita HOAX hoex huek huek. Agar tidak menjadi batu sandungan bagi siapapun yang membacanya.

Hal ini juga berlaku apabila kita  hendak menjelaskan suatu hal sebenernya kurang kita pahami kepada anak. Tau sendiri ya, anak-anak jaman sekarang. Kritis dan suka nanya hal-hal yang diluar prediksi kita. Kadang kita tahu sih jawabannya, tapi kita kesulitan memilih kata yang tepat untuk menyampaikannya kepada anak.  Soalnya kalo salah jawab, anak bisa salah pengertian sepanjang masa, bok.

Gimana cara mengetahui benar tidaknya info yang hendak kita bagikan? Gampang Cyn, cukup browsing di internet. Browsingnya harus lebih dari 1 sumber dan harus dari sumber-sumber yang terpercaya. Kebayang gimana sulitnya mencari referensi kalo internetnya lemot, ya khan? Apalagi kalo ditungguin sama anak. Jangan-jangan ketika kita sudah nemu jawabannya, anaknya sudah ketiduran karena kelamaan nunggu mamaknya browsing. Hadeh.....

Sebagai KOL di lingkaran kita sendiri, kita juga harus aktif memperkaya dan memperbaharui ilmu. Agree juga khan, dengan pendapat saya ini? Sayangnya tidak semua dari kita punya waktu dan kesempatan untuk menimba ilmu di lembaga resmi. Ada yang punya waktu dan kesempatan, eee modalnya nggak cukup. Lha trus? Itulah gunanya internet cepat. Melaui internet, tidak mustahil kita berbagi ilmu dengan siapa saja dan di mana saja. Salah seorang teman saya, yang saya kagumi karena selalu update tentang info dan ilmu tentang bagaimana mendidik anak, mengatakan, setiap minggu setidaknya dese selalu mendapatkan file-file sharing ilmu parenting atau mengikuti webinar parenting. Webinar kalo nggak pake koneksi internet cepet lak yo amsyong. Bukannya dapet ilmu, tapi nonton pembicaranya goyang dumang.

Betul, nggak?  Betul, nggak? Atau teman-temin punya pendapat dan ide yang berbeda dengan saya? Please feel free to write your comment.



3 comments:

  1. sayang e smartfren ini lama2 tak pkr kok larang paketan e. padahal aku pengguna setia smartfren..

    ReplyDelete
  2. Jangankan telor dadar...masak air aja sampe gosong wkwkwk...semangat mamak-mamak Indonesia...!!!

    ReplyDelete
  3. ulsannya komplit sekali.. i like it.. gambar illustrasinya juga kerennnn.. he. he.. bmak fely sangat kreatif..
    eh.. blognya sudah aku follow.. follow balik blog saya yaa..
    matur nuwun.. :)

    ReplyDelete

Komenmu membuatku makin semangat menulis. Sungguh.....