• LAUK KESUKAAN C dan BREE: Daging Goreng Tepung

    Tau nggak, sih, daging goreng tepung ini bikinnya super gampang dan hanya menggunakan 2 bahan. Serius, mak!
  • Yup, kita kaum wanita memang lebih mudah terserang infeksi saluran kemih. Salah satu penyebabnya adalah karena saluran kemih wanita lebih pendek dibanding pria. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Yuk baca lebih lanjut

  • KULINER: Ngobrol Bareng Farah Queen Sambil Mamam Queen Apple. Cucok Cyn!

Friday, February 10, 2017

DIY PROJECT: Busy Book - Januari

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan bulan Januari kemaren, Salah satu resolusi 2017 saya adalah membuat 60 halaman busy book. Yang artinya saya harus membuat minimal 5 halaman busy book setiap bulan.

Nah, di postingan kali ini saya mau majang-majang 5 halaman busy book yang sudah saya buat selama bulan Januari. Hehehehehe.....


Semua halaman busy book yang saya buat bukan hasil pemikiran saya sendiri, tapi nyontek dari website orang lain. Hanya saja saya membuat sendiri polanya. Sebenernya ada banyak pembuat busy book yang nggak pelit bagi-bagi pola busy book di website mereka. Tapi saya merasa lebih sreg kalo polanya bikin sendiri. Selain karena ukurannya bisa sesuai keinginan saya, bbagian-bagian yang jahitnya susah bisa saya sederhanakan bentuknya. :p 

Pembuatan busy book saya menggunakan bahan utama flanel. Teknik jahit yang digunakan adalah teknik jahit menggunakan mesin jahit, tangan, dan mulut. *maksudnya sembari menjahit busy book, mulut saya ikutan sibuk mengunyah cemilan gituh. Eaaaa.....

Beberapa bagian yang ukurannya terlalu kecil nggak saya jahit, tapi saya tempel dengan lem UHU. Kenapa begitu? Karena saya males jahit pritil-pritil. Bikin mata saya makin jereng. Huek!

01. LANDAK 
Aktivitas: 
- mengenal hewan landak
- mengenal konsep 'siang'
- memasang dan melepas kancing cetit

02. POHON APEL
Aktivitas:
- mengenal konsep 'malam'
- memasang dan melepas kancing cetit
- memasukkan apel ke dalam keranjang
(sebenernya halaman ini belum selesai karena saya masih nyari manik-manik berbentuk bintang)

03. TIC TAC TOE - IKAN
Aktivitas: 
- mengenal hewan kuda laut
- bermain tic tac toe

04. SEPATU
Aktivitas: 
- menalikan sepatu

05. POT BUNGA
Aktivitas: 
- melepas dan memasang kancing. 
- mencocokkan warna 
- memasukkan bunga ke dalam pot


Bagi teman-temin yang kepengen melihat lebih detail busy book buatan saya, monggo mampir ke second IG saya: @olala_bebe
Di sana saya juga majang video demo singkat per halamn busy book saya.
Rencana mau jualan busy book, Fel? Ah tau aja sih kalau saya cinta banget sama duit. hahahahahahaha..... Tapi itu masih rencana aja, kok. Untuk saat ini saya bikin busy book hanya dalam rangka sayang anak. *pencitraan

O iya, Saya mau banget kalo diajak sharing atau bertukar pikiran tentang seluk beluk membuat busy book. Maklum, saya masih newbie ya. Jadi butuh banyak sharing ilmu dan tips dari teman-temin. Kalo ada yang mau nanya-nanya, errr.... kalo bisa saya jawab, saya usahakan menjawab. Asal jangan nanya berat badan saya. Instead of menjawab, saya bakal lempar yang nanya pake sendal! Saya lagi sensitif sama berat badan! Graaaah!  

Silahkan komen di postingan ini, jangan di instagram ya, soalnya kalo di IG kadang komennya ketimpa notif lain jadi gak kebaca. Empat kali empat sama dengan enam belas. Sempat tidak sempat, saya akan berusaha membalas. Ahay!


Wednesday, February 08, 2017

NGOBROL: Waspadai Gaya Hidup Beresiko Neuropati


Apakah teman-temin blogger sering merasakan salah satu dari gejala di atas, terutama pada kaki dan tangan? Be careful! Bisa jadi itu adalah gejala awal neuropati.

Neuropati? Apa tuh? 
"Neuropati merupakan gangguan saraf yang dapat terjadi pada usia lanjut, penderita  diabetes, orang yang pernah mengalami trauma pada saraf, serta kekurangan vitamin neurotropik, yaitu B1, B6 dan B12. Semua orang berisiko terkena neuropati, hanya, risiko bisa lebih tinggi atau rendah, tergantung dari berbagai faktor, seperti gaya hidup dan riwayat keluarga."

Awalnya saya cuek-cuek aja waktu baca info tersebut. Iya sih, kadang-kadang tangan saya suka kesemutan kalo kelamaan maen gadget. Tapi saya nggak begitu khawatir karena saya belum berusia lanjut (aku masih 17 tahun, kakaaaak), gula darah saya normal cenderung rendah dan nggak pernah mengalami trauma saraf (apalagi trauma urusan cinta. Eakh!).  Jadi kayaknya kok nggak mungkin ya kena Neuropati. Kalaupun kena, ya nggak papa lah. Nggak terlalu menggangu kayaknya kalo cuma kesemutan atau kebas. Didiemin 5 menit juga sembuh-sembuh sendiri.

Apakah teman-temin juga berpendapat seperti saya? Well, yuk cuss baca penjelasan dari Ketua Umum PP PERDOSSI di bawah ini:

Menurut Prof. Dr. dr. Moh Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S,   serangan neuropati bisa timbul pada saraf motorik, saraf sensorik, maupun saraf otonom (saraf yang bekerja tanpa sadar). Serangan neuropati pada saraf motorik dapat berupa: gejala seperti lumpuh, kaki dan tangan lemas (foot drop atau hand drop), kram, otot berkedut dengan sendirinya dan atrofi otot (penyusutan jaringan otot).

Apabila yang terkena neuropati saraf sensoriknya, maka penderita cenderung memperlihatkan gejala kesemutan, hipersensitif, muncul sensasi seperti terbakar di kaki, alodinia (timbul nyeri dengan sendirinya tanpa ada rangsangan), serta baal (mati rasa). Sedangkan untuk  neuropati yang mengenai saraf otonom dapat berupa  kulit mengering, sering beser, diare maupun sembelit dan impotensi.

Hah???? IMPOTENSI?????? LUMPUH????? PENYUSUTAN JARINGAN OTOT????? Hah????!!!!!

Okay, this is super serious! *getok-getok meja. Saya nggak mau, ah kalo  potensi hidup jadi  terbatas gara-gara neuropati.  Apalagi kalo usia kita masih muda (yaelah, udah 35 tahun ngaku masih muda aja ye? Ya iya lah, belom lansia, Kak!) dan anak-anak kita masih kecil.  Tentunya kita  kepengen bisa beraktifitas bebas bersama  anak sampe mereka dewasa. Tul nggak? Tul nggak?

Oleh karena itu, mumpung masih muda, yuk kita ubah lifestyle kita yang beresiko neuropati.

Apa sih, gaya hidup yang beresiko neuropati itu? 

 
1. Duduk dalam jangka waktu yang lama. 
2. Mengendarai motor.
3. Menggunakan gadget.
4. Memasak
5. Mengetik. 
6. Memakasi high heels. 

Dapatkah teman-temin menemukan kesamaan pada 6 kegiatan di atas? 
Yak betul, semua kegiatan di atas biasanya dilakukan secara berulang atau terus-terusan dan dalam jangka waktu yang lama. Inilah kebiasaan yang dapat memicu timbulnya penyakit neuropati atau memperparah kondisi mereka yang sudah menderita neuropati.

Ya ampun! Gimana yah? Ini mah saya dan Oni banget!

Oni seorang interior designer dan gamer yang aktifitas kerja dan refresingnya sedikit banyak pasti madep komputer. Kalo kemana-mana Oni juga seringan naik motor daripada naik mobil. 

Saya sendiri? Saya gak bakalan bisa kalo diharuskan menghentikan empat dari enam kebiasaan di atas. Berhenti megang gadget?  No way! Saya pedagang online yang dituntut berinteraksi dengan calon pembeli dan pelanggan via gadget. Memasak juga merupakan kewajiban saya sebagai ibu rumah tangga. Ya kalik kalo duit saya udah cukup banyak dan bisa hire chef. eakh....  Menghentikan kebiasaan mengetik juga gak mungkin. Lha wong saya adalah seorang blogger! Keyboard komputer is my second husband.  Dan saya pasti suka lupa waktu kalo lagi semangat nulis blog. Saya bisa duduk di depan komputer berjam-jam.

Kebiasaan naik sepeda motor dan memakai high heels enggak, sih ya. Soalnya saya nggak bisa naik sepeda motor dan kaki saya pernah mengalami cidera engkel, jadi sama dokter disarankan nggak usah kecentilan pake high heels. Tapi saya yakin banyak dari teman temin yang merasa keberatan kalo disuruh menghilangkan dua kebiasaan ini. Banyak teman saya yang walaupun memiliki mobil tetapi lebih memilih naik sepeda motor karena alasan praktis. Nggak sedikit kantor yang mencantumkan sepatu high heels dalam standard grooming.

Nggak heran, sekarang nggak cuma orang-orang yang berusia lanjut saja yang beresiko terserang neuropati, kita-kita yang masih muda dan produktif juga beresiko terserang neuropati. Karena apa? Karena keenam hal di atas sudah menjadi gaya hidup kita, masyarakat Indonesia pada umumnya. Termasuk saya dan Oni. Hueeeeee!!!!!


Selain enam hal di atas, ada beberapa kebiasaan lain (Hah? Masih ada lagi? Doenk!) yang tanpa kita sadari juga dapat menyebabkan penyakit neuropati. Apa tuh? Yaitu kebiasaan menjalankan gaya hidup tidak sehat seperti kurang tidur dan mengkonsumsi gula/pemanis dalam jumlah berlebih.

Hiaaaaa. Ini juga saya banget! T_T Saya khan night person yang justru lebih tenang dan konsen ngerjain apa-apa pada malam hari. Trus trus... biar nggak ngantuk, begadangnya sambil minum kopi atau teh manis gitu. Err......

Baca juga: Morning Person yang Gagal

Oke oke, masalah kurang tidur dan mengkonsumsi gula dalam jumlah berlebih menurut saya agak mudah diatasi. Tinggal kitanya aja menambah jam tidur dan mengurangi konsumsi gula. Tapi gimana dengan 6 kegiatan pemicu neuropati di atas? Masa  kita nggak boleh naik motor, nggak boleh memasak, nggak boleh maen gadget, nggak boleh mengetik, dan nggak boleh pake high heels ya kalo nggak kepengen terserang neuropati? Trus kalo kita pegawe kantoran, gimana dah kalo nggak boleh duduk dalam jangka waktu lama? Masa kerjanya sambil tiduran? Bisa-bisa digeplak sama pak bos dong, ya? Hahahahaha..... Susyeh!

Tapi jangan khawatir teman-temin. Untuk mengimbangi gaya hidup beresiko neuropati di atas, ada beberapa kebiasaan baik yang bisa membantu kita untuk mencegah neuropati.

7 kebiasaan mudah yang dapat kita lakukan untuk mencegah neuropati:


Apa yang harus dilakukan apabila kita mendapati bahwa diri kita mengalami gejala neuropati?
Untuk mengobati dan mencegah dampak lebih lanjut neuropati, tentunya harus ditelusuri penyebab dasar yang mengakibatkan munculnya neuropati. Jadi, pengobatan yang dilakukan tergantung pada faktor atau kondisi yang menyebabkan neuropati sejak awal. Kebanyakan, jika penyebab dasarnya terobati, maka neuropati yang terjadi juga akan hilang atau sembuh dengan sendirinya.

Apabila gejala neuropati dirasa sudah mengganggu aktifitas kita, segeralah mencari bantuan medis. Biar nggak salah diagnosa gitchu. 

Sedangkan bagi kita yang masih merasakan gejala awal neuropati, selain harus sesegera mungkin menerapkan kebiasaan hidup yang baik  untuk mencegah neuropati, kita juga sebaiknya mengkonsumsi vitamin neurotropik yang fungsinya membantu memperbaiki gangguang dan kerusakan saraf. 

Soalnya gimana ya, kadang makanan yang kita konsumsi kurang memenuhi kebutuhan harian vitamin B1, B6 dan B12 kita. Apalagi anak kost dan pekerja kantoran, fakir miskin musiman, yang miskinnya cuma kalo pas tanggal tua, hahahahahaha....... Bisa makan 3 kali sehari aja udah syukuuur gitu yah. Atau Diantara teman temin ada yang berprofesi sebagai wanita karir yang merangkap sebagai ibu rumah tangga. Sangking sibuknya, jangankan memikirkan kecukupan vitamin neurotropik harian, makan aja kadang lupa. 

Nah disinilah gunanyanya vitamin neutropik. Yaitu untuk mencukupi kebutuhan  vitamin B1, B6, dan B12 kita yang tidak terpenuhi hanya dari makanan yang kita makan. 

Salah satu vitamin neurotropik yang dijual bebas di pasaran adalah Neurobion. Neurobion adalah vitamin neurotropik yang dapat memperbaiki sel saraf tepi penyebab kebas dan kesemutan yang disebabkan karena kekurangan vitamin B1, B6, B12.

Mengapa harus Neurobion
Sebenarnya ada banyak vitamin neurotropik yang beredar di pasaran. Tapi Neurobion inilah yang paling cucok bok disebut sebagai ahlinya vitamin neurotropik. Kenapa eh kenapa? 



Merc mengeluarkan dua varian neurobion yang disesuaikan dengan kebutuhan kita.

NEUROBION PUTIH
Untuk memperbaiki sel saraf tepi penyebab kebas dan kesemutan
Komposisi:
Vitamin B1 100 mg,
Vitamin B6 200 mg,
Vitamin B12 200 mcg

NEUROBION FORTE
Untuk gejala sedang yang sudah mengganggu 
aktifitas sehari-hari
Komposisi:
Vitamin B1 100 mg,
Vitamin B6 100 mg,
Vitamin B12 5000 mcg

 
Nah, gimana teman-temin? Praktis dan mudah, khan melawan bahaya penyakit Neuropati. 

Yuk lawan neuropati dengan mengkonsumsi Neurobion dan mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat. Agar kita bisa terus beraktifitas dengan bebas dan menikmati keceriaan bersama orang-orang yang kita sayangi tanpa gangguan neuropati. 


Referensi tulisan ini dan info lebih detail 
mengenai neuropati dan Neurobion 
dapat teman-temin intip pada link berikut: 
Apakah Anda kerap merasakan kebas dan kesemutan? Jangan anggap sepele, karena bisa jadi itu gejala neuropati.

Source: http://www.dokterdigital.com/id/news/1156_waspadalah-neuropati-bisa-menyerang-di-usia-muda.html
Copyright DokterDigital.com
Apakah Anda kerap merasakan kebas dan kesemutan? Jangan anggap sepele, karena bisa jadi itu gejala neuropati.

Source: http://www.dokterdigital.com/id/news/1156_waspadalah-neuropati-bisa-menyerang-di-usia-muda.html
Copyright DokterDigital.com

Thursday, February 02, 2017

NGOBROL: Aku Anak Diluar Nikah!

Di akte kelahiran saya hanya tertulis nama mama saya, dengan embel-embel tulisan 'ANAK DILUAR NIKAH'. Doenk! Oh my! Oh my! Oh noooo! Jadi aku anak haram, ma? *nangis sambil ngesot-ngesot.


Pertama kali saya melihat akta kelahiran saya sendiri adalah ketika saya masih kelas 2 SMP. Saya lupa kenapa, pokoknya waktu itu saya disuruh oleh bagian tata usaha sekolah untuk membawa fotokopian akta kelahiran. Jadilah saya minta fotokopian akta kelahiran ke mama saya. 

Shock? Iyalah! Apalagi mama nggak ngasih penjelasan apa-apa waktu ngasih foto kopian akta kelahiran. Cuek-cuek aja ngliat anaknya udah hampir nangis menatap nanar tulisan di hadapannya. Haish! 

Kok bisa sih? Kok bisa sih? Jelas-jelas mama saya menikah dengan papa saya di bulan November 1980. Sedangkan saya lahir pada bulan Oktober 1981. Ada kok foto-foto wedding mama papa saya yang dibaliknya ada tanggal cetaknya, ada juga foto saya yang baru lahir procot digendong oleh papa saya.  Kalo dirunut, semuanya menguatkan dan menjadi bukti kalo saya bukan anak diluar nikah. Tapi kenapa statusku kok ANAK DILUAR NIKAH????

Usut punya usut, ternyata dulu mama papa saya memang menikah, tapi ala-ala film silat gitu, deh. Pokoknya kedua kakek nenek saya udah setuju,  udah pai ciu, trus ngadain resepsi untuk memberi tahu sanak saudara dan teman kalo mereka udah menikah. Trus? Udah gitu aja. Nggak pake acara gereja, nggak ke catetan sipil dan sebagainya karena pernikahan mama papa saya nggak bisa dicatatkan. Kenapa begitu? Tak lain karena status papa saya yang masih WNA. Ealaaaah.....

Karena itu juga, waktu saya lahir, di akta kelahiran saya tertulis nama paman dan bibi saya di isian nama orang tua. Iya, maksudnya biar nggak ribet gitu. Soalnya paman dan bibi saya udah WNI. 

Mama saya bilang, sebenernya sejak masih belum menikah papa udah berkali-kali berusaha mengajukan kewarganegaraan Indonesia, tapi selalu dipersulit dan ada aja kendalanya. Papa baru berhasil mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada tahun 1992. Itupun setelah mengeluarkan banyak biaya dan makan ati. Pada tahun yang sama, papa saya membereskan semua surat-surat identitas, ternasuk surat nikah orang tua saya dan akta kelahiran saya.

Begitulah ceritanya kenapa ada embel-embel 'ANAK DILUAR NIKAH' di akta kelahiran saya. Secara saya lahir tahun 81, sedangan orang tua saya oficially menikah tahun 92. Ya emang bener, sih, officially, saya memang anak diluar nikah!

Itulah sebabnya juga, di bagian belakang akta kelahiran saya ada catatan tambahan kalo saya sudah diakui oleh papa saya sebagai anak pada tahun 92. Yiah, kesannya bapak saya menghamili mama saya pada tahun 81, trus bapak saya minggat dan nggak mau mengakui saya. Trus akhirnya bapak saya bertobat dan kembali padas keluarganya 12 tahun kemudian gitu ya? How awkward. Hahahahahaha.......

NOTE:
Bagi para mama di luar sana, yang karena satu dan lain hal nggak punya buku/akta nikah, tetep bisa kok bikin akta kelahiran buat anak! Nggak ada nama bapaknya juga nggak masalah. Di akta kelahiran jaman sekarang, tulisan  'ANAK DILUAR NIKAH' juga sudah ditiadakan. Yuk yuk diurus, biar anakmu  bisa sekolah, bisa masuk KK, bisa ikut asuransi, dll. Singkatnya tercatat dan mendapatkan hak sebagai warga negara Indonesia, gituh.