Tuesday, January 10, 2017

JALAN-JALAN: The Beautiful Barong Dance

Eh eh, setelah saya nulis tentang cerita jalan-jalan di Bali, saya jadi kepengen membagi cerita dan share lebih banyak foto tentang Barong Dance. Seriously, tarian ini bener-bener kece dan menghipnotis. gerakan tarian yang eksotis, dialek para pemainnya, nuansa panggungnya yang 'gitu aja' tapi sudah memberi kesan yang sangat kuat, semuanya saya suka!  One day, kalo kami berkesempatan dolan ke Bali lagi, selain nonton festival Ogoh-ogoh, saya juga kepengen liat Barong dance lagi. Huhuw..... 

Baca juga: JALAN-JALAN: When in Bali & Late Post: Nonton Festival Ogoh-ogoh

Oh iya, seperti yang sudah saya ceritain sebelumnya, tari Barong sendiri sebenernya bukan murni pertunjukan tarian, melainkan drama musikal. Dimana dialog, tarian, dan nyanyian digabungkan sehingga membangun sebuah cerita. Latar belakang cerita diambil dari kisah Mahabaratha. Sedangkan tokoh sentral dalam tarian ini adalah kebajikan yang digambarkan dalam sosok mitologi Barong dan kebatilan yang diwakili oleh sosok Rangda.

Cuss disimak futu-futu dan sinopsis yang saya buat semampu-mampunya dan masih jauh dari sempurna inih, Kak. 

Pertunjukan dibuka dengan suguhan gamelan Bali yang terletak di kanan panggung. Disusul dengan adegan Barong yang bermain bersama kera dan bertarung dengan 3 orang cebol. 


Ehm, apa cuma saya yang merasa adegan ini mirip-mirip sama tari Reog, ya? Saya jadi kepo, jangan-jangan ada pertalian yang erat antara tari Barong dan Tari Reog.

Babak pertama tari Barong adalah munculnya dua penari sebagai simbol pengikut Rangda yang sedang mencari-cari pengikut Dewi Kunti. Mata saya tak bisa lepas dari  gerakan-gerakan penari Bali dengan gesture khasnya, siku diangkat 90 derajat sambil matanya melotot jelalatan. Saya yang duduk di bangku paling depan sampe berasa sungkan sendiri karena dipelototin sama penarinya. Hahahahahaha... Di rumah saya mencoba lirak lirik sendiri kayak penari bali, eh pusing, bok. *kurang kerjaan.


Babak Kedua dan Ketiga ini, ehm saya agak bingung adegannya bagaimana sih. Tapi kurang lebih  mengisahkan kalo kedua pengikut Rangda ini akhirnya berhasil berjumpa dengan pengikut dewi Kunti. Salah satu dari pengikut Dewi Kunti kerasukan Rangda dan menjadi jahat. *nggak ada adegan penggelepar-gelepar kayak orang jaman sekarang kerasukan saiton sih. Ih amit amit getok-getok meja. Mereka pergi ke kerajaan untuk menjumpai Dewi Kunti dan patihnya.

Adegan Dewi Kunti yang sedang galau. Beliau sebenernya nggak tega membuang putranya sendiri, Sahadewa, ke hutan. Namun Patih terus menghasut Dewi Kunti untuk ngebuang Sahadewa. Well, sebenernya patih ini nggak jahat, sih. Cuma karena dia juga ikutan dirasuki Rangda, jadi ya gitu, deh. 

Dewi Kunti yang ikutan kerasukan (wolah, kerasukan juga dia) tiba-tiba marah dan berniat mengorbankan anaknya, serta memerintahkan kepada patihnya untuk membuang Sahadewa.


Adegan Sahadewa diiket di depan istana Rangda. Kasian, ya Sahadewanya ditabokin sama patih.

Duh, saya ngarep tokoh Sahadewa ini diperankan oleh penari ganteng dengan badan kekar kayak Shaheer Syeikh. Tapi ternyata yang meranin malah perempuan. Hihihihi.... Mungkin beliau penari senior di grup tari itu, ya? Jadi dapet peran utama. 

Babak Keempat menceritakan Dewa Siwa turun ke bumi dan membantu Sahadewa dengan memberikan keabadian.

Rangda yang datang hendak membunuh Sadewa dibuat kaget, terkejut, shock, emejing lebay, gitu lah.... karena ia  tidak berhasil melukai Sahadewa. Rangda kemudian menyerah, minta diselamatkan dan diampuni agar bisa masuk sorga, permintaan tersebut dipenuhi oleh Sahadewa.

Babak kelima menceritakan Kalika yang menghadap Sahadewa. Ceritanya Kalika ini pengikut Rangda dan kepengen ikutan masuk surga juga.  Namun Sahadewa menolak permohonan Kalika. Karena merasa kecewa, Kalika menyerang Sahadewa. Dalam perkelahian itu, Kalika berubah menjadi babi hutan.

Sahadewa berhasil mengalahkan Kalika yang berwujud babi hutan. Ya iya lah, orang Rangda aja kalah sama Sahadewa, Mana mungkin pengikutnya bisa menang. Aih.....

Rupanya Kalika ini pantang menyerah. Ia berubah lagi menjadi burung dan kembali menantang Sahadewa. Hasilnya? Tetep kalah, sist.

Adegan klimaks tari Barong adalah pada pertempuran antara Barong dan Rangda. Lha, bukannya Rangda udah naik ke surga ya tadi? Hooh, ini Rangda versi Kalika. Rambutnya coklat. Rangda yang udah naik ke surga pan rambutnya putih.*scroll lagi ke atas, deh. Putih, khan? Putih, khan?

Tuh, khan. Rambutnya coklat. Dalam hati saya membatin, bagus dan lebat ya rambutnya, nggak kayak rambut saya yang dikiiiit dan tipis banget ini. Hiks....

Jadi, Kalika ini masih masih ngotot aja mau ngalahin SahadewaGimana ceritanya saya nggak tau, pokoknya akhirnya Kalika berubah menjadi Rangda yang lebih gahar dan lebih sakti daripada Rangda berambut putih. Sampe-sampe Sahadewa sendiri nggak bisa mengalahkan Kalika. Untuk mengimbangi kekuatan Kalika, Sahadewa berubah wujud menjadi Barong. 

Dalam pertempuran Rangda dan Barong ini, keduanya sama kuat, tidak ada satu pihak yang menang ataupun kalah. Udah deh, gitu aja ceritanya. gantung banget. Hiaaaaaa..... Nggak kayak drama korea yang ceritanya selalu happy ending, ya? Tapi masih lebih mending dibanding sinetron Indonesia yang ceritanya nggak pernah tamat, tiba-tiba aja berhenti tayang kalo ratingnya udah jeblok. *mulai nglantur. 

Adegan ini maksudnya hendak menyampaikan kalau sampai saat ini kebajikan terus bertempur melawan kebathilan. Oh ya ya... bener juga, sih ya. Memilih menjadi pengikut Barong atau Rangda, pilihan dan konsekuensinya ada di tangan Anda sendiri. Hm.... interesting, right? 

Pertunjukan tari Barong ditutup dengan tari keris. Menurut saya, sebenernya ini bukan tarian, ya, tapi tontonan debus yang menggambarkan pemuda-pemuda Bali bersenjatakan keris. Pemuda-pemuda ini ceritanya  menjadi pengikut-pengikut Barong dan terus memerangi Rangda sampai saat ini.

Errr.... Adegan nusuk-nusuk badan sendiri pake keris itu errr.... mungkin maksudnya mereka hendak memerangi 'Rangda' yang bersemayam dalam diri mereka sendiri? Auk.... Pokoknya medeni.

The end. Tamat. 

Pertunjukan berlangsung selama kurang lebih satu jam. Tapi saya berasa cuma bentaran doang. Soalnya pertunjukannya bagus banget. Saya serasa dibawa masuk ke dalam alur cerita. Apalagi ending ceritanya gantung, membuat hati terasa kosong dan kepengen terus duduk merenung menatap panggung, mencoba memproyeksikan ending menurut imajinasi saya sendiri. Kalo nggak ditarik-tarik sama Oni, kayaknya saya ogah berdiri dari bangku. Hihihihi....

Serius, bagus banget!!!!! 

17 comments:

  1. Wah, aku belum pernah lihat barong dance secara lansgung. PAstis eru.. Makasih sudah berbagi, mba :)

    ReplyDelete
  2. Aduhh langsung kebayang nih pasti keren banget pertunjukannya..aq mau banget nonton ini,kalo anak2 takut ngga ya lihat kalika yang berambut lebat gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu, deh. Mungkin kalo anaknya dikasih pengertian, bisa ga takut ya?

      Delete
  3. adegan nusuk2 emang yang paling serem
    #euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. serem dan bikin ngilu2 sendiri. hiiiii

      Delete
  4. Sudah nonton waktu ke Bali tahun lalu. Seru, mana nontonnya malah hari pula,ada adegan api2 nya gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh yaaaa? dicombine sama kecak ya keknya? uwww. kece

      Delete
    2. Iya mbak..sama kecak dance..seru banget

      Delete
  5. Belum pernah lho aku nonton tari barong langsung. Lihat foto-fotonya keren plus agak serem gitu, hehehe. Btw, Novel Guruku Berbulu dan Berekor mau ada part 2. Kalau kamu punya pengalaman seru dan menginspirasi sama pets, kirim ke aku ya, namaku_indikecil(@)yahoo(.) com ;)

    ReplyDelete
  6. Poto2nya bagus banget. Pake kamera apa? *iri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake pocket camera sony yang dibeli 8 tahun yang lalu, Mba. Hasil fotonya bagus cuma kalo di outdoor. Kalo di dalem ruangan, ah gembel banget. Makanya pengen deh ada yang gasih kamera mirrorless. #malahcurcol

      Delete
  7. Nonton pertunjukkan tari tradisional pasti menyenangkan dan menghibur yaa

    ReplyDelete
  8. Tapi barong dance ini aman ga untuk anak2. Secara ada adegan tabok2an gtu ih syelem

    ReplyDelete
  9. Satu hal yang wajib dilihat kalau ke bali :D

    ReplyDelete
  10. wah ada ternyata barong ngedance

    ReplyDelete

Komenmu membuatku makin semangat menulis. Sungguh.....