Friday, January 15, 2016

TIPS: Membungkam Cibiran dan Pertanyaan KAPAN KAWIN?



Photo by: http://www.rgbstock.com/user/jdeboer

1. Tanggapi dengan Sikap Positif
Saya beberapa kali membaca artikel yang menyarankan jawaban kreatif yang sifatnya menyerang balik kepada si penanya seperti misalnya dengan bertanya balik, 'Kapan mati?' atau 'Kalo saya kawin, situ mau kasih sponsor berapa duit?'
Well, nggak salah, sih sebenarnya. Tapi menurut saya, jawaban-jawaban seperti itu sebenarnya kurang bijak. Selain karena akan menyinggung perasaan si penanya, juga akan memberikan kesan negatif terhadap pribadi kita sendiri di hadapan orang lain. Bukannya membungkam si penanya, yang ada selanjutnya kita malah menerima pidato yang lebih panjang semacam, "Eh, jadi cewek judes amat, sih. Pantesan gak kawin-kawin. Bla bla bla...." Atau bagaimana bila dibalik pertanyaan si penanya, ada maksud positif. Mungkin saja dia berniat mendoakan kita atau memperkenalkan kita dengan seseorang. Well, who know....

2. Minimalkan Negative Point Lain
Sering nggak kalian mendengar celetukan orang lain atau bahkan orang terdekat kita, "Kamu itu, udah jomblo, gendut pula." atau, "Duh, kasian ya bu X. Anaknya yang bungsu itu belum laku-laku juga. Udah gitu pemalas banget." 
Pertama, saya nggak bilang kalo being jomblo is a negative point, ya. Tapi seringkali orang menganggap jomblo itu hal negatif trus kemudian menghubung-hubungkan kejombloan kita (padahal belum tentu ada hubungannya) dengan hal-hal negatif lain yang ada pada diri kita. 
Coba minimalkan hal-hal negatif yang ada diri kita. Walaupun jomblo, tunjukkan bahwa kita bahagia dengan diri kita (bukan pura-pura bahagia ya. tapi bahagia beneran). Walaupun jomblo kita punya karir yang membanggakan dan sanggup membahagiakan orang tua kita. Walaupun jomblo tapi kita selalu tampil stunning dan percaya diri.

3. Sekalian Minta Dicariin
Why not? Siapa tahu si penanya punya stock high quaity jomblo yang bisa dikenalin ke kita, ya khan. Kalo si penanya cuma basa-basi, dijamin ia akan menggerutu dalam hati "Mampus. salah nanya gue." Hahahahahaha........

4. Be Mysterious but not Too Serious
Jawaban: "Doain ya." atau "Tunggu tanggal mainnya." disertai dengan kerlingan misterius seems more elegant khan dibanding diem sambil melengos judes. "Undangannya udah dicetak, kok. Tinggal ngisi nama mempelai prianya." akan membuat si penanya tersenyum dan mengalihkan topik dibanding menjawab pertanyaan dengan jawaban yang memicu perdebatan lebih dalam.   

Kalau semua tips di atas masih nggak mempan, saya punya jawaban pamungkas yang biasanya tokcer membuat si penanya nggak berani nyinyir lagi, "Jodoh itu rahasia Ilahi. Cuma Tuhan yang tahu jawabannya."

9 komentar:

  1. ah itu pertanyaan yang serngn ditanyakan ke saya juga, kapan nikah? yup benar positif aja trus santai sekalian dibalikin minta dicariin :)

    ReplyDelete
  2. Menurut gua sih.. kapan punya anak atau uda hamil belom itu lebih ngenes daripada kapan nikah... kalo nikah kan masih bisa diprediksi... kalo punya anak, mana kita tau kapan dapetnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Khan katanya 3 hal yang tidak bisa diprediksi manusia, Mel. Lahir, mati, sama merit. Hihihihihihi

      Delete
  3. yah padahal kan doain aja ya
    sapa sih yg gak pengen dapat jodoh disaat yang tepat

    ReplyDelete
  4. atau jawab aja " ini tinggal bayar katering yang masih kurang, mau nambahin 20 juta gak?"

    ReplyDelete

Komenmu membuatku makin semangat menulis. Sungguh.....