Thursday, January 21, 2016

CERITA MAMA: Pengenalan Agama Pada Anak Sejak Dini, Perlukah?


Dalam sebuah obrolan ringan, salah seorang teman saya berkata kira-kira seperti ini: 
"Saya tidak mengajarkan agama apapun kepada anak saya. Nanti aja lah kalo dia sudah besar, biar dia sendiri yang memilih agama apa yang paling cocok buat dia. Saya tidak akan memaksakan agama apapun kepada anak saya karena agama itu khan hak asasi. Lagipula buat apa belajar agama kalo prakteknya nihil. Yang penting anak saya tidak berbuat jahat dan merugikan orang lain."

Well, ucapan teman saya tidak sepenuhnya salah, sih. Memang betul, buat apa belajar agama tapi prakteknya nihil. Memeluk suatu agama pun tidak akan menjamin bahwa seseorang itu mengenal baik Tuhan dan menjalankan ajaran agamanya. 

Tapi saya tidak setuju apabila orang tua tidak mengajarkan agama pada anak sejak dini. Ibarat makanan, seorang anak harus diberi makan sejak bayi agar dia berkembang dengan baik. Tentu saja makanan yang diberikan harus sesuai dengan umurnya. Makanan jasmani adalah makanan yang kita makan sehari-hari. Kalo bayi ya minum ASI, gedean dikit makan MPASI, lebih gede lagi makan empat sehat lima sempurna. Makanan rohani adalah pelajaran agama yang diajarkan kepada anak. Kalau anak tidak diberi makanan rohani sejak dini, bagaimana rohaninya bisa berkembang dengan baik di kemudian hari. 

"Ah, itu khan karena kamu tinggal di Indonesia, Fel. Dimana keagamaan masih dianggap kewajiban. Di KTP aja harus mencantumkan agama." begitu ujar salah seorang teman yang lain. 
Well, memang betul kehidupan keagamaan di Indonesia relatif lebih kuat dibanding beberapa negara lain terutama Eropa, Amerika, dan beberapa negara Asia yang sudah maju seperti Jepang, Korea, dan China (correct me if I am wrong.). Tapi bukan itu alasan saya mendukung pengenalan  agama pada anak sedini mungkin. Agama adalah semacam pegangan dan pedoman bagi manusia (tentunya anak juga) dalam menjalankan kehidupan bersama baik secara horizontal dan vertikal. Baik hubungannya dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia. 

Memang benar, memeluk dan belajar agama tidak menjamin bahwa seseorang memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan atau sesamanya. Tapi saya yakin, semua agama di dunia pasti mengajarkan hal yang baik, luhur, dan mulia. Tinggal orangnya aja yang bisa menjalankan ajaran agamanya dengan benar atau tidak. Logikanya, orang yang belajar dan memiliki pegangan agama aja bisa jadi orang yang gak baik ke sesama, apalagi yang nggak punya pegangan agama, bukan? Apa nggak lebih riskan? 

Lalu, bagaimana dengan pendapat 'Biar dia sendiri yang memilih agama apa yang terbaik buat dirinya kalo dia sudah besar nanti.'? Seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya, agama adalah makanan rohani yang wajib diberikan sedini mungkin supaya anak dapat berkembang dengan baik dan seimbang baik secara rohani dan jasmani. 

Saya belum pernah nemu, tuh seorang ibu yang ngomong begini, "Saya nggak kasih makan apa-apa ke anak saya dulu, lah. Nanti biar dia sendiri aja yang memilih dia mau makan nasi, jagung, atau kentang kalo dia sudah besar nanti." Edan apa? Yo selak anaknya mati kelaperan kalo menunggu anaknya besar dulu baru makan. Hihihihihihi......

Orang tua akan memberikan makanan yang menurutnya terbaik bagi si anak agar anaknya dapat bertumbuh dengan sehat. Walaupun belum tentu makanan itulah yang kelak akan dipilih oleh anaknya ketika anak tersebut sudah mampu memilih makanan apa yang disukainya. Demikian juga dengan agama.  Orang tua mengajarkan sebuah agama yang menurut orang tuanya terbaik bagi perkembangan rohani anaknya dimana agama yang terbaik itu biasanya ya memang agama yang dipeluk dan dipahami oleh orang tuanya.  Mengajarkan agama sejak dini bukan berarti memaksakan sebuah agama ke orang lain, tapi karena si anak belum bisa memutuskan agama mana yang terbaik bagi dirinya sendiri. Masuk akal khan? 

Ya tentunya itu tadi, pengenalan dan pendidikan agama pada anak harus disesuaikan dengan usia si anak lah yaw. Nggak mungkin juga, khan saya mengajarkan doa rosario kepada Clairine yang masih usia 2 tahun. Paling yang saja ajarkan untuk saat ini ya mengikuti misa, pengenalan dengan sosok Tuhan Yesus, Bunda Maria, dan Santo Yosep, dan sikap doa yang benar. Itu juga Clairine sampe saat ini masih suka salah sebut nama Tuhan Yesus jadi Sosis Enak (gubrak!) 

Balik ke pembahasan kita tadi, perkara si anak memutuskan pindah agama atau melawan kehendak dan ajaran agama orang tuanya setelah dia dewasa kelak, itu lain masalah. Dan tidak akan saya bahas di sini, karena memang bukan itu topik postingan ini. 

Jadi pengenalan dan pendidikan agama pada anak itu bukan hanya perlu, tapi HARUS! 
Ini menurut saya, lho ya. Bagaimana menurut teman-temin?

8 comments:

  1. Gua setuju banget! Agama harus dikenalin ke anak sejak dini... makanya jayden dari dua bulan uda gua masukin sekolah minggu... biarpun dia ga ngerti apa2 at least dia bisa ngedengerin... dari bayi juga uda diajarin sebelum bobo dan bangun tidur berdoa dulu...

    ReplyDelete
  2. Menurut gue juga harus kok Fel. Dia harus tau kalau dia punya pencipta dan pelindung yang kuasanya melebihi dari manusia. Anak harus tau bersyukur itu seperti apa, apa yang baik dan yang buruk, sebenernya semua ada di dalam ajaran agama kok (Kalau ajarannya bener ya, kalau sesat ya entahlah hahaha). Memang agama bukan segalanya, tapi gue ngerasa banget manfaatnya diajarin agama sejak kecil sama orang tua gue, karena gue jadi lebih bisa berserah dan berpasrah sama Tuhan, mencari hal yang baik di tengah-tengah yang buruk, dan memahami kalau rencana Tuhan itu indah adanya. Kalau gue gak diajarin soal kuasa Tuhan dari kecil, mungkin gue gak akan bisa.

    ReplyDelete
  3. Gw termasuk aliran yang percaya ngedidik agama itu harus dari kecil, bukan cuma masalah ritual ibadah tapi lebih ke hubungan sama Maha Pencipta. Supaya dia tau kenapa dia hidup di dunia, bahwa namanya hidup pasti ada kematian,saling menyayangi sama banyak bersyukur sih Fel.
    Soal nanti dia milih pindah agama atau gimana, ya kalo udah dewasa kan punya pemikiran sendiri lah ya.

    ReplyDelete
  4. aku sepakat fell, emang harus diajarkan dari kecil... karena pegangan dan koridornya dia harus tahu.. kita tahu agama kan ajarannya juga pake koridor moral. biar jadi latihan untuk terus jadi manusia yang lebih baik kedepannya

    ReplyDelete
  5. Setujuuu. Sy jg kenalkan agama sjk dini. Sy msh percaya agama bs menuntun mnusia utk baik. Aplg jaman skrg makin khawatir sy sbg ortu ttg pergaulan anak, jd emg hars ada bekal. Btw, Clairine lucuuuu..

    ReplyDelete
  6. dari kecil harus di kenalin agama ane setuju bgt

    yuk streaming dan download Film Box Office kualitas HD gratis

    ReplyDelete
  7. sy juga termasuk yang sangat setuju bahwa sejak kecil anak harus dikenalkan dengan agama dan ajarannya. sebagai pegangan hidup agar tidak hampa, bisa mengerti mana baik dan buruk, mana yang boleh dan mana yang gak boleh dilakukan, tau tempat meminta jika sudah tidak ada harapan. dll.

    punya agama saja belum tentu baik, apalagi yang gak... setuju juga dengan ini. meskipun banyak jg orang tak beragama tapi hatinya baik. itu diluar konteks lah ya.

    btw, mungkin oot: kalau ttg pencantuman agama di KTP, aq termasuk yang setuju tetap ada. untuk jaga2 jika terjadi apa2. misal terjadi kematian, ada adab2 yang harus dilakukan sesuai agamanya. kalau misal matinya di t4 yg tidak dikenal,paling gak orang yang ngerawatin tahu harus diapakan. Juga utk syarat menikah, pencantuman agama mjd bukti tertulis tentang agama yg dianut. karena agama sy mengharuskan menikah dg yang seagama.

    ReplyDelete
  8. dalam Islam, belajar adl wajib dr sejak lahir sampai akhir usia, jadi wajib sbg orangtua khususnya ibu utk mengenalkan sedini mungkin ilmu terutama agama kpd anak. yg terdidik dg baik saja blm tentu jd baik, apalagi ya tidak...

    ReplyDelete

Komenmu membuatku makin semangat menulis. Sungguh.....