Monday, January 18, 2016

Nostalgia: PERMAINAN MASA KECILKU

Apa permainan-permainan ya saya lakukan bersama teman-teman pada waktu kecil? Wah, jawabannya banyak sekali. *pandangan menerawang jauh mengenang masa kecil. Hihihihihi.... Tapi kalo ditanya permainan favorit dan membekas dalam kenangan, hm.... jawabannya adalah permainan-permainan yang pertama kali saya kenal pada waktu saya belum sekolah sampai menginjak bangku TK.

1. LAYANGAN 
Saya suka sekali kabur ke kampung di samping rumah saya ketika jam tidur siang. Apa yang saya lakukan? Nggabung sama cowok-cowok yang maen layangan di sawah. Karena saya cewek dan masih piyik, saya nggak dikasih pegang benang layangan. Saya cuma disuruh megang kaleng gulungan tali sama disuruh megangin layangan yang akan diterbangkan.  Lama-lama saya bosen juga karena cuma dijadiin jongos dan nggak diajarin nerbangin layangan. Maka sebentar saja saya bergabung dengan tim anak layangan, selanjutnya saya nggak pernah lagi nggabung sama mereka. Sampai saat ini saya juga nggak bisa menerbangkan layangan. Hahahahaha.... Namun bagaimanapun juga, kegembiraan (pupuk bawang) maen layangan di masa kecil itu meninggalkan kenangan yang indah di benak saya. 

2. KRUPUKAN
Ini salah satu permainan berkelompok yang pertama kali saya kenal ketika saya menginjak bangku TK. Permainannya sangat mudah. 2 anak saling menangkupkan tangan di atas kepala seolah-olah membentuk gerbang manusia. Teman-teman yang lain berbaris sambil memegang bahu teman yang ada di depannya. Barisan itu berjalan berputar melewati gerbang sambil bernyanyi; 
Krupukan-krupukan minta jalan 
Kandang sapi belakangan 
Baris-baris masuk satu masuk dua masuk tiga!
Pada akhir lagu,  anak yang bertugas menjadi gerbang akan menurunkan tangan mereka sehingga ada salah satu anak dalam barisan yang akan terjebak di dalam gerbang. Anak yang terjebak di dalam gerbang tidak diijinkan ikut dalam putaran berikutnya dan harus berdiri di belakang salah satu anak yang menjadi gerbang serta ikut menyanyi bersama 2 anak yang menjadi gerbang. 
Demikian seterusnya sampai barisan anak habis tertangkap gerbang. 

3. CUBLAK CUBLAK SUWENG
Tau khan dolanan jawa yang femes ini? 
Permainan berkelompok ini sangat mudah untuk dilakukan. Salah satu anak disuruh berperan sebagai Pak Empong dan bersujud mencium lantai. Sementara teman-teman yang lain meletakkan salah satu tangan mereka di atas punggung anak yang bersujud tersebut.  Telapak tangan masing-masing anak harus terbuka dan menghadap ke atas.
Lalu salah satu anak ditugaskan memegang batu dan menimpuki kepala Pak Empong sampe pingsan. Enggak, denk. becanda. Anak yang memegang batu akan bernyanyi lagu Cublak-Cublak Suweng dan menyentuhkan batu secara bergiliran ke telapak tangan teman-temannya. Begini lirik lagunya:
Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gulenter
Mambu ketundhung gudel 
Pak Empong lirak lirik
Sopo ngguyu ndelikake
Sir...sir pong dele bodong 
Sir... sir pong dele bodong
Entah pada akhir awal lagu, pertengahan lagu, pokoknya sebelum lirik "sir...sir pong", batu akan diletakkan pada telapak tangan salah satu  anak. 
Ketika sampai pada lirik "sir...sir pong" itu, Semua anak akan mengepalkan kedua telapak tangan mereka seolah-olah sedang menggenggam batu dengan jari telunjuk masih mengacung dan digesek-gesekkan dengan telunjuk tangan satunya. Sementara Pak Empong boleh duduk dan menebak siapa yang menggenggam batu. Mereka harus berusaha bertampang biasa-biasa saja atau sengaja bersikap mencurigakan untuk mengecoh Pak Empong agar salah menebak.
Kalau Pak Empong menebak dengan benar, anak yang memegang batulah yang disuruh bersujud berperan menjadi Pak Empong. Kalau tebakannya salah, ya dia lagi yang harus mau menjadi Pak Empong. Hihihihihi......

4. TABLEK NYAMUK
Permainan ini juga cukup mudah dilakukan. Salah satu anak bertugas berdiri di depan. Kita istilahkan anak yang berdiri di depan itu: "Korban", ya. Supaya gampang aja nyebutnya. Sementara teman-teman yang lain berdiri sejarak beberapa meter (tergantung luas area bermain, makin jauh makin bagus) di belakang si korban. 
Aturannya mudah saja, selama si korban tidak menengok ke belakang, mereka harus cepet-cepetan menepuk punggung si korban seolah-olah menepuk nyamuk yang bertengger di punggung korban (mungkin karena itulah permainan ini disebut 'Tablek Nyamuk'). Tetapi ketika si korban menoleh ke belakang (terserah ya, si korban ini mau noleh ke belakang berapa lama dan berapa kali.) mereka harus stop motion dan bergaya absurd. Entah gaya kodok pipis, gaya monyet garuk-garuk, gaya kambing disco. Terserah. Pokoknya harus bergaya absurd. 
Trus? Ya udah gitu aja permainannya. Hihihihihi..... Permainan baru berakhir ketika salah satu anak berhasil menepuk punggung korban. Ketika punggung korban ditepuk, korban harus berlari mengejar dan menangkap salah satu dari teman-temannya. Anak yang tertangkap ditumbalkan menjadi korban pada giliran selanjutnya. 

5. ....
Saya tidak tahu judul lagu yang dinyanyikan maupun  nama permainan ini. Karena kakak-kakak kelas dan guru yang mengajarkan permainan ini juga tidak memberi tahu.  
Begini cara bermainnya. 
Salah satu anak berperan menjadi nyonya (lagi-lagi ada 'satu anak' yang dijadikan tumbal ya. Hahahahaha...) . Sedangkan anak-anak yang lain berperan menjadi ibu dan anak-anaknya. Lalu si juragan dan si ibu akan menari (gerakannya sih ngawur) dan bernyanyi bersahut-sahutan:
     J (juragan) : Yu Yu lha nopo pada-pada menyang mriki?
     I (ibu): nggadekaken yoga kula.
     J: Pundi sing sae?
     I: Niki lan menika.
     J: Pinten gapine? 
     I: Satus sekawan dasa.
     J: Kulo cobi, nggih?
     I: Monggo......
Lalu pemain yang berperan sebagai anak akan bersujud dan meletakkan tangannya seperti orang berdoa di atas kepala. Si juragan akan menghampiri masing-masing anak dan menggerak-gerakkan tangannya seolah-olah sedang memukuli kepala anak. Anak yang mendapat giliran kepalanya 'dipukul' oleh si juragan harus mengeluarkan sound effect. Tergantung kreatifitas masing-masing anak. Kebanyakan anak sih memilih sound effect standard begini 'Ting-ting' atau 'Tung-tung' atau 'Teng-teng' atau 'Tong-tong'. Tapi ada juga anak yang kreatif bersuara "Jebrot!", "Pret!", atau "Gubrak!". Kadang ada yang diem aja, trus tiba-tiba teriak "Dor!!!" supaya si juragan kaget. Hihihihihi.....
Setelah semua anak mendapat giliran bersuara, juragan akan memilih salah satu anak untuk bergabung ke kelompoknya.  
Si juragan dan ibu akan kembali bernyanyi bersaut-sautan dan melakukan adegan 'pemukulan' seperti di atas sampai semua anak habis dan bergabung ke kelompuk si juragan. 

Dari kelima permainan di atas, permainan terakhir inilah permainan favorit saya. Karena kami bisa bermain sambil menari. Selain itu setiap anak harus kreatif mengeluarkan sound effect supaya duluan terpilih oleh anak yang berperan sebagai juragan.
  
Setelah sekarang saya pikir-pikir, permainan yang satu ini mendidik tapi lirik lagunya kok agak-agak edan dan absurd ya. Hahahahahaha.... Coba teman-temin perhatikan terjemahan liriknya: 
J: Mbak-Mbak, ada apa rame-rame datang kemari?
I: Hendak menjual anak-anak saya. Hah? Kami dari kecil udah diajarin kalo gak punya duit ya jualan anak aja.
J: Mana aja yang dijual?
I: Yang ini dan yang itu.
J: Berapa harganya? 
I: Seratus empat puluh rupiah. Murah amaaaat! Di koran aja saya baca ada ibu-ibu yang rela menjual bayinya seharga 3 juta.  
J: Saya coba dulu, ya?
I: Silahkaaaan...... jangan ditiru ya, adek-adek. Ini cara berdagang yang keliru. Sediakan tester supaya barang dagangan kita tidak dicolek dan dicuil seenaknya oleh calon pembeli.

Absurd, khan? Belum lagi pemeran anak harus berusaha agar dibeli terlebih dahulu oleh juragan. Kalo di kehidupan nyata mah si anak malah bakal lari ketakutan kalo tau mau dijual sama mamanya. Hahahahahah.... Ya, namanya juga permainan, ye?  

Ah, serunya permainan masa kecil. 
Kalau teman-temin sendiri? Adakah permainan favorit di masa kecil yang sampai sekarang masih terkenang dan berkesan di hati?



Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil 
yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa

22 komentar:

  1. Saya juga wakt kecil suka dengan main layangan. Bukan untuk layangan santai, tapi layangan berantem. Ketemu layangan lain maunya "diadu" pake benang Gelasan. Wahahahaha. Kenangan banged saya. Di Pontianak permainan layangan ini juga masih banyak digemari. Bahkan orang dewasa pun ikut main layangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, Om. Mungkin cowok-cowok itu juga layangannya berantem. jadi gak rela kalo benangnya dipegang piyik, takut layangane ilang kesambet. Hahahahahaha

      Delete
  2. wah saya juga suka main layangan di sawah desa, kebanyakan yang main layangan anak2 cowok sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HIhihihihihi... berarti bisa nerbangin layangan ya?

      Delete
  3. bacanya jadi bikin kangen masa lalu fel :(

    ReplyDelete
  4. Kalau saya dulu sih sukanya main egrang, panggal (gangsing) sama yang paling saya suka yaitu layangan, menyenangkan sekali pokonya. Btw kunjungan baliknya ya di http://amir-silangit.blogspot.co.id/2016/01/mengenang-era-90-dengan-memainkan.html terimakasih :D

    ReplyDelete
  5. yg berkesan? petak umpet dan main kasti, hehehe. kasti ini smacam baseball gt lah. pemukulnya pake tongkat kayu, bolane pake bola tenis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasti? Materi pelajaran OR pas kelas 5 SD kuiii. Inget banget ada istilah "gebok". lempar sekeras2nya pemain lawan pake bola. Puas rasane kalo bisa nggebok temen yang gak disuka. wkwkwkwkw

      Delete
  6. Kami dulu di Sulawesi sering keren-kerenan main permainan Jawa. Yang ga bisa ikut main itu dianggap bukan teman, hahah...


    Terima Kasih sudah ikut GA saya dan mbak Lidya

    ReplyDelete
  7. kalo krupukan, saya baru dengar namanya :)

    ReplyDelete
  8. ahh..cublak cublak suweng sukaa banget, mainnya sama kakeek ma bulik2, ahh senengnyaa

    ReplyDelete
  9. ahh..cublak cublak suweng sukaa banget, mainnya sama kakeek ma bulik2, ahh senengnyaa

    ReplyDelete
  10. sepertinya permainana krupukan itu mirip dengan ular naga panjangnya ya, cuma dalambahasa jawa itu ya. Terima kasih ya sudah berpartisipasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, saya juga baru denger istilah permainan ular naga. Nice info

      Delete
  11. Hahahahaha takdirnya cewek di permainan layangan yaaaa.. megangin gulungan benang xD

    ReplyDelete
  12. Setiap baca artikel masa2 anak 80-90's entah kenapa suka kasian sama anak2 sekarang :'( udah jarang banget liat bocah main layangan, kelereng, gambaran, congklak.

    Download film online

    ReplyDelete

Komenmu membuatku makin semangat menulis. Sungguh.....