• LAUK KESUKAAN C dan BREE: Daging Goreng Tepung

    Tau nggak, sih, daging goreng tepung ini bikinnya super gampang dan hanya menggunakan 2 bahan. Serius, mak!
  • Yup, kita kaum wanita memang lebih mudah terserang infeksi saluran kemih. Salah satu penyebabnya adalah karena saluran kemih wanita lebih pendek dibanding pria. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Yuk baca lebih lanjut

  • KULINER: Ngobrol Bareng Farah Queen Sambil Mamam Queen Apple. Cucok Cyn!

Friday, September 06, 2013

Tangisan untuk Papa

Alkisah, di bagian depan rumah papa saya didirikan sebuah toko. Dari penghasilan toko itulah papa saya membiayai saya dari kecil hingga lulus kuliah. Waktu saya masih unyil, toko tersebut hanyalah sebuah toko kelontong kecil yang menjual aneka jajanan dan snack. Tapi lambat laun papa memperbesar toko kami menjadi toko alat tulis dan makanan ringan. Rumah kami bersebelahan persis dengan sebuah gang yang tidak terlalu kecil. Orang-orang yang tinggal di gang tersebut sudah mengenal papa saya dari kecil dan biasa memanggil papa saya dengan nama Cina-nya, yaitu 'Afat'.  Sampai-sampai nama papa lebih terkenal da familiar dibanding nama toko papa saya. Jadilah toko papa saya lebih dikenal dengan nama 'toko Afat'.

Kamar saya adalah salah satu ruang di rumah yang temboknya bersebelahan dengan gang. Otomatis, obrolan orang-orang yang berlalu lalang di gang biasanya terdengar lebih jelas dari kamar saya. Dulu, seringkali dari gang itu saya mendengar suara tangisan anak kecil memanggil-manggil nama papa saya dengan nada yang menyayat hati. "Afat..... Afat!!!! Huhuhuhuhu... Afat!!!!" Dan biasanya suara tangisan itu ditimpali dengan suara orang dewasa yang kira-kira ngomongnya begini, "Hari ini khan udah jajan banyak. Besok aja kita ke Afat, ya?" Huahahahahha.... Papa saya bangga dan gembira banget, tuh kalo suara tangisan anak kecil tersebut bukannya berhenti, tapi justru semakin keras, "Afaaaaaaattttt!!!!!!!!! Pokoknya mau ke rumah Afat sekarang!!!!!!!"

Beberapa tahun yang lalu, 3 rumah dari toko papa dibuka Alf*m*rt. Sejak saat itu, berangsur-angsur suara tangisan anak kecil yang memanggil nama papa saya dari gang semakin berkurang. Malah kadang yang terdengar dari gang adalah percakapan seperti ini: 
Anak kecil: Mau ke Alf*m*rt!
Dewasa: Aduh, udah sampe sini kok minta ke Alf*m*rt? Ke Afat aja, yah? lebih deket. 
Anak kecil: Nggak mau! Mau ke Alf*m*rt!
Dewasa: Ke Afat aja!!!
Anak kecil: Nggak mau!!! Aku nggak suka sama Afaaat!!!! Huhuhuhuhuhuhu.......

Olala!!!! Kasian si Afat, eh, Papa saya.